Minggu, 01 November 2009

KOMUNIKASI MASSA


1. Studi kepustakaan tentang surat kabar Media Indonesia dan Seputar Indonesia.

a. Media Indonesia. Media Indonesia adalah salah satu surat kabar yang ternama dan cukup banyak pembacanya di Indonesia.

1) Tampilan Halaman Depan. Tampilan halaman depan tentunya banyak menampilkan head line news atau berita terhangat yang sedang beredar di tengah-tengah masyarakat. Tetapi dalam hal ini, saya menyimak bahwa, Media Indonesia menampilkan berita utama di halaman depan memiliki kesamaan dengan berita utama yang ditampilkan di Metro TV, saya memang memaklumi hal ini karena baik Media Indonesia maupun Metro TV masih dalam grup perusahaan yang sama, tetapi muncul pertanyaan apakah tidak akan muncul perasaan bosan pada masyarakat melihat dan membaca jenis berita yang sama.

2) Tampilan Halaman Tengah. Tampilan tengan rata-rata didominasi dengan berita masalah perekonomian dan beberapa kebijaksanaan pemerintah dalam memajukan perekonomian negara, dan ada pula beberapa berita tentang kondisi yang sedang terjadi di berbagai daerah di Indonesia serta kondisi terakhir di beberapa negara sahabat. Selain itu pula di halaman tengah ada rubrik khusus tentang kegiatan olah raga dalam negri maupun luar negri, yang pada umumnya banyak menampilkan kegiatan liga sepak bola di beberapa negara Eropa.

3) Tampilan Halaman Belakang. Pada umumnnya tampilan halaman belakang di dominasi oleh penampilan rubrik khusus yang ringan dan menarik. Banyak isi rubrik tersebut menyajikan seputar fashion, kesehatan, kuliner, daftar acara beberapa stasiun televisi swasta dan iklan beberapa produk maupun jasa yang sengaja ditampilkan untuk mendukung kebutuhan pembacanya serta berita tentang selebritis.

4) Gaya Bahasa. Gaya bahasa yang dipakai dalam beberapa rubrik pada umumnya menyesuaikan dengan isian berita yang akan ditampilkan kepada pembaca. Tetapi dalam hal ini ada yang cukup menarik perhatian saya yaitu, apabila kita meminta seseorang yang belatar belakang petani, masyarakat pedesaan atupun yang kita sebut dengan wong cilik untuk membaca dan memahami perihal apa saja yang terkandung dalam isi berita yang ditampilkan oleh Media Indonesia, pasti mereka akan kesulitan untuk menyampaikannya, karena gaya bahasa yang ditampilkan penuh dengan istilah-istilah baru yang tidak umum di kalangan wong cilik, dan gaya bahasa tersebut biasanya banyak digunakan pada kalangan masyarakat menengah keatas yang notabene telah mengenyam tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

5) Tingkatan Pembaca. Seperti yang telah diutarakan diatas, bahwa gaya bahasa yang dipakai dalam Media Indonesia akan dipahami betul olah kalangan terpelajar atau tingkatan masyarakat menengah keatas. Jadi biasanya yang memahami isian berita yang ada pada media Indonesia adalah para civitas akademika perguruan tinggi, para executive perusahaan, para politisi, para pejabat atau masyarakat umum yang memiliki dasar pendidikan yang cukup tinggi.

6) Organisasi Perusahaan. Media Indonesia adalah salah satu anak perusahaan dari Media Grup yang saat ini pemegang saham yang tertinggi dipegang oleh Surya Paloh atau kita mengenalnya sebagai sosok pendiri dan pemilik Media Grup.

7) Harga. Untuk harga jualnya sangat terjangkau oleh masyarakat luas yang dijual dengan harga Rp 2.900/eks (khusus di dalam Pulau Jawa), sedangkan untuk di luar Pulau Jawa dijual dengan harga Rp 3.100/eks.

8) Distribusi. Distribusi surat kabar Media Indonesia sudah mencapai seluruh kota-kota di Indonesia. Untuk di daerah Pulau Sumatra, Jawa Bali para pembacanya dapat menikmati Media Indonesia mulai dari pagi hari, sedangkan untuk pembaca yang berada di Pulau-pulau wilayah Indonesia Tengah dapat menikmatinya menjelang tengah hari, sedangkan di wilayah Indonesia Timur baru beredar sore hari. Hal ini terjadi karena wilayah pendistribusian Media Indonesia sangat luas dan bnyak wilayah yang sangat jauh dari Jakarta sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk pendistribusiannya.

b. Seputar Indonesia. Seputar Indonesia adalah surat kabar yang terbit setiap pagi yang pendiriannya merupakan prakarsa dari para executive Stasiun Televisi RCTI.

1) Tampilan Halaman Depan. Tampilan halaman depan tentunya banyak menampilkan head line news atau berita terhangat yang sedang beredar di tengah-tengah masyarakat. Berita hangat tersebut dapat meliputi percaturan politik terkini di Indonesia, berita bencana alam yang dikategorikan bencana alam nasional ataupun cupilkan berita lainnya yang secara lengkapnya dapat dilihat dihalaman belakangnya.

2) Tampilan Halaman Tengah. Tampilan halaman tengah rata-rata didominasi dengan berita dalam negri yang memuat berita dari beberapa daerah di Indonesia, ekonomi dan olahraga, terutama dunia sepak bola dalam negri maupun luar negri.

3) Tampilan Halaman Belakang. Pada umumnnya tampilan halaman belakang tidak jauh berbeda dengan surat kabar lainnya yang di dominasi oleh penampilan rubrik khusus yang ringan dan menarik. Banyak isi rubrik tersebut menyajikan seputar kesehatan, fashion, berita tentang selbritis, daftar acara beberapa stasiun televisi swasta, kuliner, dan iklan beberapa produk maupun jasa yang sengaja ditampilkan untuk mendukung kebutuhan pembacanya.

4) Gaya Bahasa. Gaya bahasa yang dipakai dalam beberapa rubrik pada umumnya menyesuaikan dengan isian berita yang akan ditampilkan kepada pembaca. Tetapi dalam hal ini ada yang cukup menarik perhatian saya, gaya bahasanya cukup sederhana, menarik dan mudah dimengerti oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia.

5) Tingkatan Pembaca. Menyesuaikan dengan gaya bahasanya yang cukup sederhana, tentunya tingkatan pembaca SINDO pada umumnya dari tingkatan menengah kebawah, tetapi tingkatan masyarakat atas pun banyak yang membacanya karena gaya bahasa yang dipakainya cukup sederhana dan mudah dimengerti oleh semua orang.

6) Organisasi Perusahaan. Koran Seputar Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan Media Nusantara Citra yang memiliki stasiun televisi RCTI, SCTV, Global TV dan TPI.

7) Harga. Untuk harga jualnya sangat terjangkau oleh masyarakat luas yang dijual dengan harga Rp 2.500/eks .

8) Distribusi. Distribusi surat kabar Seputar Indonesia pada umumnya hanya beredar di sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat dan beberapa kota besar di Pulau Sumatra, Jawa dan Bali.

2. Studi kepustakaan tentang isi berita yang ditonjolkan pada Media Indonesia dan TPI

a. Media Indonesia

Semua orang telah mengetahui bahwa Media Indonesia adalah salah satu perusahaan surat kabar yang dimiliki oleh Media Grup, perusahaan pemberitaan terbesar di Indonesia dan pemiliknya adalah “Surya Paloh”. Lebih dari lima tahun terakhir ini, Surya Paloh telah menjadi aktivis Partai Golkar yang didalam keorganisasiannya memegang peranan penting dan sangat vital, yaitu sebagai ketua DPP Partai Golkar. Ada perubahan yang terlihat pada Partai Golkar semenjak Surya Paloh menjadi aktivis partai, terlebih setelah ia memegang jabatan penting dalam partai. Terdapat beberapa kemajauan yang telah menghiasi perjalanan partai berlambangkan pohon beringin tersebut, telah terjadi reformasi dalam tubuh Golkar yang merubah haluan politiknya yang dahulu selalu mendukung kepentingan pemerintah dan sebagai partai pemerintah selama tiga puluh dua tahun, yang notabene merupakan partai pendukung setia orde baru pada saat itu. Tetapi seiring perkembangan politik Indonesia yang tidak menginginkan lagi orde baru berkuasa pada pemerintahan Indonesia, maka Golkar pun segera melakukan reformasi internal, dengan maksud agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan tidak di cap sebagai partai yang penuh dengan KKN. Oleh karena itu, begitu Golkar memulai melaksanakan reformasi internal yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka mulailah Surya Paloh di rekrut sebagai salah satu aktivis partai yang notabene merupakan salah satu konglomerat Indonesia yang membiayai aktivitas partai Golkar.

Semua orang telah memahami bahwa setiap partai politik membutuhkan biaya yang cukup besar dalam mendukung operasionalnya, oleh karena itu tidaklah mengherankan begitu Surya Paloh direkrut sebagai salah satu aktivis Golkar, maka kegiatan partai tersebut seolah-olah meroket kembali dan banyak publikasi yang mengangkat Partai Golkar telah melaksanakan reformasi internal, yang artinya Golkar sekarang tidak sama dengan Golkar yang dahulu. Hasil publikasi itu memang cukup efektif dalam memperbaiki citra partai, buktinya dalam waktu lima tahun terakhir ini tidak ada cibiran maupun tanggapan yang tidak mengenakan terhadap Golkar, dan hal itu merupakan salah satu peran Surya Paloh yang telah membangun kembali citra Golkar menjadi Partai pendukung reformasi nasional di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu tidaklah heran apabila dalam masa pemlihan ketua umum saat ini Surya Paloh mendapat dukungan yang besar dari para aktivis partai, sehingga baginya hal ini adalah alasan yang tepat untuk sering muncul di berbagai pemeberitaan nasional, terutama di Media Indonesia yang notabene adalah miliknya. Andaikan Surya Paloh bukan salah satu pemimpim Partai Golkar dan hanya berposisi sebagai pengusaha murni tetapi sering muncul dalam pemberitaan Media Indonesia, maka dapat diyakinkan Media Indonesia akan kehilangan pembacanya, karena apabila dilakukan seperti itu, bakal terkesan bahwa Media Indonesia adalah surat kabar keluarga.

b. Seputar Indonesia

Pada persoalan bagian kedua ini, sebenarnya memiliki model kasus yang sama pada persoalan tersebut, yaitu solidaritas antara rekan kerja yang membela rekan lainnya yang sedang mengalami kesulitan. Penonjolan berita yang ada pada SINDO pada dasarnya adalah hal yang wajar, karena SINDO dan TPI keduanya memang termasuk anak perusahaan dari MNC grup. Tetapi sekali lagi kita harus memahami, bahwa penonjolan berita tersebut sama sekali tidak memiliki perhitungan yang matang, malahan hal ini adalah salah satu bentuk profesionalnya redaksi koran SINDO dalam menyajikan berita kepada masyarakat. Kita mengetahui bahwa TPI adalah salah satu televisi swasta nasional yang telah memiliki penonton yang setia di masyarakat Indonesia, terutama dikalangan masyarakat menengah ke bawah. Apalagi dengan kesuksesan TPI dalam meramu acara Audisi Pelawak Indonesia, Rahasia Ilahi dan yang terakhir kesuksesannya dalam acara Kontes Dangdut Indonesia, telah menarik perhatian masyarakat luas yang juga berhasil mengubah pola kehidupan masyarakat menjadi lebih dinamis dan lebih mencintai budaya sendiri, karena memang TPI banyak menyajikan acara-acara yang bernuansakan budaya Indonesia. Kesan inilah yang ditangkap koran SINDO yang tanpa ragu-ragu menyajikan berita tentang TPI, karena saya menilai apabila koran SINDO sering menyajikan berita tentang TPI tanpa ada kondisi khusus yang melandanya, maka masyarakat akan menilainya bahwa koran SINDO merupakan koran lokal yang hanya menyajikan berita tentang perusahaannya saja. Jadi menurut saya hal ini sangatlah wajar ditayangkan, karena inilah bentuk profesionalitas dari redaksi SINDO dalam menyajikan berita-berita menarik yang tidak hanya mementingkan kelompoknya saja.

3. Studi kasus. Pada acara sertijab Kasau (bintang 4), Dispenau mengundang wartawan untuk meliput kegiatan yang tentu saja menurut kalangan TNI AU sangat penting. Namun ternyata jumlah wartawan yang hadir jauh lebih banyak pada acara sertijab Kapolda Jaya (bintang 2). Mengapa hal itu bisa terjadi ? Jelaskan dari sudut pandang pemahaman anda tentang kepentingan wartawan dalam meliput suatu kegiatan.

a. TNI AU

TNI AU adalah kekuatan utama pertahanan negara di bidang matra udara yang dalam operasionalnya membutuhkan biaya yang sangat besar dan dalam pemeliharaan alutsisita yang berteknologi modern memerlukan biaya yang sangat mahal dan memerlukan keterampilan khusus dari setiap personel pemeliharaannya. Tetapi dilain pihak juga, saat ini kita perlu menyadari bahwa TNI AU tidak secara langsung turun ke tengah-tengah masyarakat dalam menangani segala permasalahan yang ada, apalagi didorong dengan telah berlakunya UU RI No. 34 tahun 2004 benar-benar telah menuntut TNI AU menjadi tentara profesional. Oleh karena itu sangatlah tidak mengherankan apabila dalam pemberitaan nasional tidak pernah ada keikiusertaan TNI AU dalam menyelesaikan permasalahan sosial kecuali pada saat penanggulangan bencana alam dan tidak pernah menyajikan tentang keunggulan kekuatan alutsista TNI AU, yang memang sudah tertinggal dari negara tetanggga kita, seperti Australia, Singapura, Malaysia dan Thailand. Beberapa saat yang lalu media massa memang sangat gencar menyajiikan berita tentang TNI AU, tetapi sayangnya berita itu muncul berkenaan dengan beberapa kecelakaan yang menimpa pesawat TNI AU yang cukup banyak menelan jiwa dan kerugian bagi negara yang sangat besar, kemudian media massa membahas tentang kemungkinan untuk segera meremajakan sejumlah pesawat terbang dan alutsista TNI AU yang saatnya sudah mendesak. Selain itu pula pemberitaan tentang TNI AU akan muncul ke permukaan ketika TNI AU ikut serta dalam latihan gabungan TNI atau latihan puncak TNI AU yang diadakan beberapa waktu lalu, dan yang paling menyedihkan apabila ada anggota TNI AU yang melakukan tindakan kriminal atau tindakan asusila yang kebetulan diketahui wartawan, maka berita tersebut bagaikan santapan empuk untuk disajikan kedepan pembaca.

b. POLRI

Hal ini sangat berbeda dengan Polri, saat ini institusi Polri langsung berada dibawah kendali Prisiden Indonesia dan secara langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Dalam hal pengajuan anggaran operasional, tentunya Polri langsung mengajukan kepada Presiden, tidak melalui suatu Departemen yang membawahinya. Selain itu pula Polri sangat terampil dalam mengoptimalkan segala sumber daya dan aset yang dimilikinya untuk mendukung keberhasilan tugas, lebih dari itu instutusi Polri terdapat di seluruh penjuru tanah air dan dalam posisi pemerintahan daerah, pimpinan Polri setempat selalu menjadi anggota Muspida yang tentunya akan memudahkan Polri untuk melobi Pemda setempat untuk mendukung segala program yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran bahkan sampai lima tahun kedepannya.

Polri memiliki tugas langsung dalam penanganan masalah sosial dan kesuksesannya selalu ditayangkan dalam pemberitaan nasional. Selain itu pula pimpinan Polri dalam mengendalikan dan mengoperasikan organisasi banyak memiliki inovasi-inovasi yang cemerlang dan banyak menuai hasil yang gemilang dalam pelaksanaannya. Banyak program-program televisi yang menayangkan bagaimana Polri bertindak dalam menghadapi situasi yang cukup krusial, dimana seorang angggota Polri harus tega menembak seorang pelaku kejahatan maupun teroris demi keamanan dan ketertiban masyarakat, selain itu pula Polri mempunyai program acara khusus tentang kegiatannya di beberapa stasiun televisi, dan kalau dikaji pembuatan acara tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar, tetapi Mabes Polri bisa melaksanakannya dengan lancar dan dalam waktu yang cukup lama. Mungkin pendanaannya itu tidak sekedar dari kas Mabes Polri saja tetapi menggaet beberapa sponsor dan bantuan dari sejumlah Pemerintah Daerah, sehingga sangatlah tidak mengherankan apabila terdapat berbagai operasi yang dilaksanakan oleh intitusi Polri pasti akan mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat.

Jadi sangatlah wajar apabila jumlah wartawan yang hadir lebih banyak di acara sertijab Kapolda Jaya daripada sertijab Kasau, apalagi posisi Kapolda Jaya sangat memegan peranan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Ibu Kota Negara Indonesia, karena jelas Polri saat ini sangat memegang peranan penting dalam pengamanan dan ketertiban masyarakat yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, sedangkan TNI AU adalah institusi militer yang peranannya hanya untuk menjaga keamanan diwilayah udara nasional, yang secara umum tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

4. Menurut anda, topik atau issue apa dilingkungan TNI AU yang bisa dijual kepada media sehingga kegiatan TNI AU banyak diliput oleh media ? Langkah-langkah apa yang harus dilakukan sehingga TNI AU populer di tengah-tengah masyarakat ?

Jawaban :

Saat ini kita perlu menyadari bahwa dengan resesi ekonomi yang melanda negara Indonesia mulai dari tahun 1998 sampai dengan sekarang menyebabkan adanya hambatan perekonomian indonesia dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun. Kondisi seperti ini memaksa pemerintah pusat untuk melakukan pemangkasan anggaran di berbagai sektor dan melakukan skala prioritas terhadap pengeluaran anggaran pembangunan yang akhirnya berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap penyediaan anggaran pertahanan negara umumnya dan anggaran pertahanan udara pada khususnya. TNI AU sebagai pelaksana tugas TNI di bidang pertahanan negara matra udara ikut merasakan imbas yang disebabkan oleh resesi ekonomi tersebut, dengan terbatasnya anggaran belanja dan pemeliharaan alutsista berakibat pula menurunnya kesiapan operasional alutsista yang dioperasikan leh TNI AU. Kondisi inilah yang perlu disikapi oleh para pimpinan TNI AU, menjadi suatu peluang yang bisa menumbuhkan dan membangun TNI AU, menjadi kekuatan pertahanan negara matra udara yang dapat diandalkan dan disegani oleh negara lain. Perlu disampaikan kepada masyarakat lewat media massa kondisi masing-masing jenis alutsista yang sedang diawaki oleh TNI AU saat ini, dan perlu juga disampaikan mengenai kemampuan dan prestasi apa saja yang telah dicapai TNI AU dalam menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan ini. Selain itu bisa disampaikan berbagai macam potensi yang bisa dikembangkan antara TNI AU dengan masyarakat apabila kondisi alutsista yang saat ini bisa segera diremajakan, diperbaiki atau diganti sekaligus. Selain itu pula peranan Inkopau sangat dibutuhkan untuk menambah publikasi yang mengntungkan bagi TNI AU, karena kita sangat memaklumi Inkopau adalah salah satu sub organisasi TNI AU yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas, dan memang sebaiknya sejumlah unit toko yang dikelola oleh Inkopau, Puskopau atau Primkopau sebaiknya didirikan diwilayah TNI AU yang berbatasan dengan pemukiman masyarakat, sehingga sejumlah komoditi dagangan yang ada di unit toko tersebut dapat dibeli juga oleh masyarakat terdekat, sehingga secara tidak langsung nama TNI AU lama kelamaan akan terangkat positif dimata masyarakat, dan apabila Inkopau mempunyai prestasi yang membanggakan, sepertinya sangatlah tidak tabu untuk ditayangkan dalam media cetak atau elektronik sebagai penyajian kemandirian usaha TNI AU dalam meningkatkan kesejahterakan anggotanya.

Kegiatan lain yang bisa diliput oleh media massa tentang TNI AU adalah kegiatan olahraga kedirgantaraan. Sebagai insan TNI AU saya mengamati bahwa, olahraga kedirgantaan jenis apapun kalau dilaksanakan secara terbuka dengan mengundang keterlibatan FASI sebagai panitianya tentu akan menjadi kegiatan yang cukup menarik perhatian masyarakat luas, karena saya menyadari bahwa kegiatan ordirga apabila dilaksanakan secara terbuka di tempat-tempat umum akan menjadi suatu tontonan yang langka bagi masyarakat Indonesia, dan tentunya kita sebagai insan TNI AU dalam pelaksanaan acara tersebut bergerak sebagai panitia inti. Saya berobsesi bahwa kegiatan ordirga tersebut dapat dilaksanakan secara rutin minimal setiap tiga bulan, dan sekaligus berupa kegiatan kompetisi/kejuaraan bertingkat nasional yang diselenggarakan bersama-sama FASI. Tentunya dalam suatu kegiatan besar seperti itu kita perlu menggaet sejumlah sponsor dari perusahaan nasional maupun internasional yang ada di sejumlah kota besar atau wilayah Indonesia sebagai sumber pendanaannya, dan tentunya sponsor-sponsor tersebut membutuhkan publikasi dalam keikutsertaannya. Dalam arena tersebut kita bisa memampangkan spanduk-spanduk sponsor yang ikut mendukung acara tersebut, dan yang paling penting dalam publikasi tersebut kita wajib mengundang para wartawan media cetak maupun media elektronik untuk meliput sekaligus menyajikan dan menyiarkan dalam program-program acara mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar